Program Pengabdian Kepada Masyarakat

Pasir SaktiPROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT: IMPLEMENTASI TEKNIK PEMBIBITAN NUTRITIONAL POT TRAY DAN SUNGKUP UNTUK TANAMAN CEMARA LAUT DAN MANGROVE DI DESA PURWOREJO, KEC. PASIR SAKTI, KAB. LAMPUNG TIMUR. (Oleh Jakty Kusuma, Wiwik Indrawati dan Didik Kuswadi)

Capaian jangka panjang dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat mengembangkan kelompok tani mitra mandiri dalam praktik cGAP (current good agricultural practice) budidaya cemara laut dan mangrove. Secara khusus, IbM Kelompok Tani Mutiara Hijau I dan Timur Harapan, Desa Purworejo, Kec. Pasir Sakti, Kab. Lampung Timur, memiliki target khusus, yaitu meningkatkan daya kecambah benih cemara laut dan mangrove di atas 85% dan tingkat seleksi bibit 5% dengan model nutritional pot tray dan sungkup. Hasil yang dicapai oleh petani saat ini baru mencapai 25% - 35% dengan tingkat seleksi bibit sekitar 20%. 

Hasil percobaan pendahuluan dengan penggunaan teknologi sterilisasi media dan sungkup, daya kecambah benih dapat ditingkatkan diatas 85 % dengan tingkat seleksi bibit siap tanam 5%. Melalui perbaikan teknik pembibitan yang benar berdasarkan keekologian, diharapkan dapat menghasilkan petunjuk yang telah disusun dan berbentuk buku pedoman yang mudah diaplikasikan oleh petani. Guna mencapai hal tersebut di atas dilakukan demonstrasi plot pada lahan yang telah disediakan oleh petani masing-masing lokasi IbM seluas 50 m2 serta workshop.

Adapun pelaksanaan pembibitan dilakukan pentahapan kegiatan, yaitu pengolahan tanah, pembuatan bangunan pembibitan, pembuatan bedengan, penyediaan pot tray bernutrisi dan pembuatan sungkup, pemeliharaan, dan seleksi bibit untuk tujuan penanaman di lapangan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam bentuk praktik langsung dilapangan berdasarkan kegiatan pembibitan mulai dari persiapan lahan hingga bibit siap tanam. Rangkaian pembibitan yang telah diuraikan di atas berpedoman pada praktik pembibitan dengan sistem cGAP, yaitu sistem pengawasan dan pendampingan terhadap petani agar dapat memahami teknis pembibitan yang baik dan benar. Pengawalan tersebut dibuat berupa schedule tentang keterlibatan petani pada setiap aktivitas pengelolaan tanaman yang ditanam. 

Bentuk monitoring program IbM berupa pentahapan evaluasi, yaitu evaluasi awal, yaitu untuk mengetahui pengetahuan awal peserta/kelompok tani yang terlibat, sedang untuk evaluasi proses dilakukan bersamaan kegiatan pembibitan yang dilaksanakan di lapangan. Untuk evaluasi akhir guna mengukur keberhasilan budidaya dan penggunaan buku pedoman teknis pembibitan (cGAP) dilakukan dengan menilai hasil yang diperoleh dalam bentuk capaian persentase tumbuh benih dan hasil seleksi bibit berdasarkan aktifitas kelompok dan anggota untuk pencapaian target produksi. (01-02 desember 2017)

 

 

 

 



State Polytechnic of Lampung

State Polytechnic of Lampung / Politeknik Negeri Lampung / PolinelaLampung